Udah lama banget gak menulis di note, keenakan nulis di status.
Padahala klo mau tulis panjang-panjang mendingan nulis di note? Kenapa?
Yupp.. klo tulis di status akan tenggelam ditimpa status status ter
update. Tapi klo nulis di note akan tersimpan rapi seperti di blog dan
mudah di cari kalau mau baca ulang. Mulai sekarang, mau rutin menulis
note. Yuk ikutan nulis di note, tinggalkan jejakmu.
Waktu
cepat banget berlalu. Dulu ingat banget gimana rasanya pindah-pindah
rumah karena masih berstatus kontraktor. Kelihatan sih barang sedikit
ya, tapi begitu packing kok ya barang satu truk plus. Dulu ingat banget
gimana sebelum nikah pun udah ngerjain ini itu, jualan ini itu buat
menambah- nambah tabungan untuk bantuin adik-adik sekolah. Tau banget
bagaimana kami kakak beradik saling bahu membahu untuk bisa mengenyam
pendidikan yang layak. Betapa bangganya saya punya keluarga yang seperti
ini. Saya tahu banget rasanya kerja banting tulang, biar sekolah. Dan
jujur saya sendiri, dulu adalah pribadi yang minderan bahkan sampai
sekarangpun masih sih. Tapi saya belajar untuk mengikis rasa minder itu.
Saya belajar agar bisa berdiri tegap, berpendapat dan berkomunikasi
dengan baik kepada orang lain.
Waktu cepat banget
berlalu. Begitu selesai kuliah keinginan saya hanya segera dapat kerja
dan menghasilkan uang untuk mengubah hidup keluarga. Tapi ternyata
kenyataan tak seindah bayangan. Dengan gaji UMR hidup di kota
metropolitan harus pintar-pintar mengelola uang supaya cukup untuk
membayar uang kost-kost an, makan dan ongkos. Setelah menikah, pernah
lembur sampai jam 1 pagi karena audit, mana sedang hamil, kemudian
beberapa kali juga pernah seperti itu karena perubahan system akuntansi
yang digunakan. Tapi semua dinikmati karena butuh.
Waktu
Cepat Berlalu. Sembilan tahun menikmati bekerja di kantor. Sambil terus
mengekplorasi dan menggali minat. Sebenarnya saya ini cocoknya di bidang
apa. Memang terlambat kalau sampai pada usia diatas dua puluh lima
masih belum menemukan bidang yang diminati. Tapi tidak ada kata
terlambat. Yang penting mau belajar dan berubah. Ternyata saya menemukan
bahwa saya bekerja hanya karena butuh, wajib, ikut-ikutan dan yang
terbesar di antaranyta adalah tuntutan perut. Tidak lebih.
Sembari
bekerja, saya mencoba berbagai macam peluang-peluang bisnis yang
ditawarkan baik secara offline maupun. Mulai dari yang kacangan, bisnis
piramida yang setor duit sekian ribu rekrut sekian orang kita dapat
komisi sekian dari orang tersebut dan saya tidak pernah mendapatkan
komisi yang dijanjikan itu. Dan pertama kali saya ikut MLM tahun 2002
dan perusahaan MLM itu sekarang sudah tutup.
Apakah saya
berhenti sampai di situ? Ternyata belum. Uang yang dikeluarkan bagi saya
adalah modal belajar, selagi masih pada batas kontrol. Tidak ada
kerugian yang ada adalah biaya belajar. Bisa saja saya kapok dan
berhenti. Tapi karena hidup adalah pilihan, saya memilih maju terus dan
gali terus.
Kemudian kegetolan saya berlanjut kepada
bisnis kecil-kecilan retail yang pada waktu itu terakomodasi di
multiply. Bertemu dengan banyak pedagang online. Dan modal yang
dikeluarkan pun semakin besar. Karena penambahan stok untuk upload
jualan mingguan. Untung sih untung tapi keuntungan saya berwujud barang.
Trus modalnya bagaimana? Lagi-lagi saya harus keluarkan dari kocek
untuk penambahan barang baru. Barang lama menumpuk, kadang di obral
online yang penting kembali modal. Apakah saya jera? Belum.. masih terus
berpetualangan mencari kesempatan untuk lebih baik.
Saya
tidak ahli di bidang internet marketing. Tapi saya mencoba. belajar
secara otodidak. Belajar cara promosi, belajar membuat blog, membuat
website, mengutak atik html dan bahasa pemrograman yang sangat bertolak
belakang dengan latar belakang pendidikan saya yang jurusan akuntansi.
Beberapa
tahun lalu saya pernah mencoba berbisnis di Oriflame. Karena saya
melihat di internet seorang gadis yang masih sangat muda belia, berhasil
gemilang di bisnis ini. Tapi saya belum beruntung pada saat itu,
mungkin karena saya belum memberikan effort penuh ke bisnis ini. Sampai
kemudian, beberapa waktu lalu, seorang yang bergabung dalam waktu
bersamaan saya waktu itu pun telah menorehkan sukses yang gemilang juga.
Saya mencari informasi seputar dia, dan saya tersadar, bisnis ini
pantas diperjuangkan, terbukti bisnis ini bisa mewujudkan impian
siapapun asal mau mengerjakan bisnisnya dengan tekun dan manut.
Akhirnya
saya memutuskan kembali untuk serius menjalankan bisnis Oriflame dan
kerja juga di kantor. Harapan saya, agar bisa resign dari kantor,
mendampingi anak dan focus Oriflame saja dari rumah, karena
saat itu saya berpikir kalau memang rejeki pasti saya akan dapatkan di
Oriflame. Tapi Tuhan beri satu rejeki lebih cepat. Saya bisa bekerja
dari rumah lebih awal daripada target saya.
Dan sekarang
inilah saya. Seorang yang minderan, kuper, pernah merasa punya akun
facebook tidak merasakan manfaatnya hanya kepo-kepoin teman-teman saja.
Tapi sekarang tau banget manfaat facebook. Membuka silaturahmi, membuka
pintu rezeki.
Ya, saya bukan orang yang cepat belajar
seperti teman-teman yang lain, tapi saya percaya bahwa bisnis apapun
butuh proses, konsisten, dikerjakan, butuh modal, tenaga, waktu dan
uang. Bisnis juga butuh dicintai dan dikerjakan dengan sepenuh hati
pasti akan menghasilkan.
Masih banyak harapan di 2015
yang pingin dicapai sebelum saya tidak punya waktu lagi untuk mewujudkan
itunya. Belum waktunya buat istirahat sekarang, karena saya mau
leyeh-leyeh bersama orang-orang yang dikasi, keluarga dan amanah
downline di jaringan untuk maju bersama-sama. Amin. Perubahan hidup
bukan tentang membanding kan diri kita dengan diri orang lain, tapi
perubahan hidup itu perbandingan diri kita yang dulu dan yang sekarang.
Dan selalu bersyukur. Ya, Hidup adalah pilihan dan Success is My Right!.
Success is your right too. Don’t give up. You are the BEST.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar