Minggu, 25 Januari 2015

Sedikit Catatan Perjalanan Hidup dan Perubahan Yang Terjadi

Udah lama banget gak menulis di note, keenakan nulis di status. Padahala klo mau tulis panjang-panjang mendingan nulis di note? Kenapa? Yupp.. klo tulis di status akan tenggelam ditimpa status status ter update. Tapi klo nulis di note akan tersimpan rapi seperti di blog dan mudah di cari kalau mau baca ulang. Mulai sekarang, mau rutin menulis note. Yuk ikutan nulis di note, tinggalkan jejakmu.

Waktu cepat banget berlalu. Dulu ingat banget gimana rasanya pindah-pindah rumah karena masih berstatus kontraktor. Kelihatan sih barang sedikit ya, tapi begitu packing kok ya barang satu truk plus. Dulu ingat banget gimana sebelum nikah pun udah ngerjain ini itu, jualan ini itu buat menambah- nambah tabungan untuk bantuin adik-adik sekolah. Tau banget bagaimana kami kakak beradik saling bahu membahu untuk bisa mengenyam pendidikan yang layak. Betapa bangganya saya punya keluarga yang seperti ini. Saya tahu banget rasanya kerja  banting tulang, biar sekolah. Dan jujur saya sendiri, dulu adalah pribadi yang minderan bahkan sampai sekarangpun masih sih. Tapi saya belajar untuk mengikis rasa minder itu. Saya belajar agar bisa berdiri tegap, berpendapat dan berkomunikasi dengan baik kepada orang lain.

 Waktu cepat banget berlalu. Begitu selesai kuliah keinginan saya hanya segera dapat kerja dan menghasilkan uang untuk mengubah hidup keluarga. Tapi ternyata kenyataan tak seindah bayangan. Dengan gaji UMR hidup di kota metropolitan harus pintar-pintar mengelola uang supaya cukup untuk membayar uang kost-kost an, makan dan ongkos. Setelah menikah, pernah lembur sampai jam 1 pagi karena audit, mana sedang hamil, kemudian beberapa kali juga pernah seperti itu karena perubahan system akuntansi yang digunakan. Tapi semua dinikmati karena butuh.

Waktu Cepat Berlalu. Sembilan tahun menikmati bekerja di kantor. Sambil terus mengekplorasi dan menggali minat. Sebenarnya saya ini cocoknya di bidang apa. Memang terlambat kalau sampai pada usia diatas dua puluh lima masih belum menemukan bidang yang diminati. Tapi tidak ada kata terlambat. Yang penting mau belajar dan berubah. Ternyata saya menemukan bahwa saya bekerja hanya karena butuh, wajib, ikut-ikutan dan yang terbesar di antaranyta adalah tuntutan perut. Tidak lebih.

Sembari bekerja, saya mencoba berbagai macam peluang-peluang bisnis yang ditawarkan baik secara offline maupun. Mulai dari yang kacangan, bisnis piramida yang setor duit sekian ribu rekrut sekian orang kita dapat komisi sekian dari orang tersebut dan saya tidak pernah mendapatkan komisi yang dijanjikan itu. Dan pertama kali saya ikut MLM tahun 2002 dan perusahaan MLM itu sekarang sudah tutup.

Apakah saya berhenti sampai di situ? Ternyata belum. Uang yang dikeluarkan bagi saya adalah modal belajar, selagi masih pada batas kontrol. Tidak ada kerugian yang ada adalah biaya belajar. Bisa saja saya kapok dan berhenti. Tapi karena hidup adalah pilihan, saya memilih maju terus dan gali terus.

Kemudian kegetolan saya berlanjut kepada bisnis kecil-kecilan retail yang pada waktu itu terakomodasi di multiply. Bertemu dengan banyak pedagang online. Dan modal yang dikeluarkan pun semakin besar. Karena penambahan stok untuk upload jualan mingguan. Untung sih untung tapi keuntungan saya berwujud barang. Trus modalnya bagaimana? Lagi-lagi saya harus keluarkan dari kocek untuk penambahan barang baru. Barang lama menumpuk, kadang di obral online yang penting kembali modal. Apakah saya jera? Belum.. masih terus berpetualangan mencari kesempatan untuk lebih baik.

Saya tidak ahli di bidang internet marketing. Tapi saya mencoba. belajar secara otodidak. Belajar cara promosi, belajar membuat blog, membuat website, mengutak atik html dan bahasa pemrograman yang sangat bertolak belakang dengan latar belakang pendidikan saya yang jurusan akuntansi.

Beberapa tahun lalu saya pernah mencoba berbisnis di Oriflame. Karena saya melihat di internet seorang gadis yang masih sangat muda belia, berhasil gemilang di bisnis ini. Tapi saya belum beruntung pada saat itu, mungkin karena saya belum memberikan effort penuh ke bisnis ini. Sampai kemudian, beberapa waktu lalu, seorang yang bergabung dalam waktu bersamaan saya waktu itu pun telah menorehkan sukses yang gemilang juga. Saya mencari informasi seputar dia, dan saya tersadar, bisnis ini pantas diperjuangkan, terbukti bisnis ini bisa mewujudkan impian siapapun asal mau mengerjakan bisnisnya dengan tekun dan manut.

Akhirnya saya memutuskan kembali untuk serius menjalankan bisnis Oriflame dan kerja juga di kantor. Harapan saya, agar bisa resign dari kantor, mendampingi anak dan focus Oriflame saja dari rumah, karena saat itu saya berpikir kalau memang rejeki pasti saya akan dapatkan di Oriflame. Tapi Tuhan beri satu rejeki lebih cepat. Saya bisa bekerja dari rumah lebih awal daripada target saya.

 Dan sekarang inilah saya. Seorang yang minderan, kuper, pernah merasa punya akun facebook tidak merasakan manfaatnya hanya kepo-kepoin teman-teman saja. Tapi sekarang tau banget manfaat facebook. Membuka silaturahmi, membuka pintu rezeki.

Ya, saya bukan orang yang cepat belajar seperti teman-teman yang lain, tapi saya percaya bahwa bisnis apapun butuh proses, konsisten, dikerjakan, butuh modal, tenaga,  waktu dan uang. Bisnis juga butuh dicintai dan dikerjakan dengan sepenuh hati pasti akan menghasilkan.

Masih banyak harapan di 2015 yang pingin dicapai sebelum saya tidak punya waktu lagi untuk mewujudkan itunya. Belum waktunya buat istirahat sekarang, karena saya mau leyeh-leyeh bersama orang-orang yang dikasi, keluarga dan amanah downline di jaringan untuk maju bersama-sama. Amin. Perubahan hidup bukan tentang membanding kan diri kita dengan diri orang lain, tapi perubahan hidup itu perbandingan diri kita yang dulu dan yang sekarang. Dan selalu bersyukur. Ya, Hidup adalah pilihan dan Success is My Right!. Success is your right too. Don’t give up. You are the BEST.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar