Selasa, 25 Agustus 2015

Manfaat membuat " to do list "


Todd tocker mengatakan begini: "Before you eat the elephant, make sure you know what parts you want to eat". Kira-kira terjemahan bebasnya begini:" Kalau kamu mau makan gajah, tentukan dulu bagian mana yang mau kamu makan".

Kelihatannya sepele ya teman, padahal sangat penting. Nah, kalau kita sudah punya tujuan yang jelas, maka kita juga harus memiliki daftar keinginan atau daftar hal-hal yang ingin dan perlu dilakukan. Kalau ada daftarnya, kita bias mengawasi dan mengevaluasi mana saja yang sudah dikerjakan dan yang belum dikerjakan, itu yang sering di sebut "to do list".

Dan dari daftar itu juga kita bisa membuat rencana dan strategi bagaimana supaya target yang sudah kita tentukan bisa kita capai. Dengan cara ini juga akan menjadi lebih mudah untuk melakukan evaluasi bila ada kesalahan dan perencanaan dan strategi yang kita lakukan.

Kenapa perlu membuat " to do list ?"

Jelaslah karena kita bukan manusia super yang mampu mengerjakan semua hal sekaligus. Penelitian menunjukkan, dibutuhkan energi sebesar 67% untuk memulai pekerjaan yang terhenti di tengah jalan karena harus mengingat kembali titik terkahir pekerjaan yang sudah dilakukan. Bagaimana kalau pekerjaan itu dikerjakan secara serabutan, bias dibayangkan repotnya memulai. Tapi dengan adanya daftar, kita bias mengerjakan pekerjaan yang sudah trcantum dalam daftar kita terlebih dahulu satu per satu sampai tuntas.

Orang biasa cenderung mengerjakan semua hal secara serabutan. Belum selesai satu pekerjaan sudah melompat ke pekerjaan lain. Kenapa bias begitu? Karena hidupnya tanpa tujuan, sehingga nggak ngerti apa yang diinginkan sehingga menjadi tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Apakah teman-teman biasa bekerja dengan "to do list"?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar