Selasa, 12 April 2016

Aku Ingin Memeluk Ibu


Suatu kali, menjelang hari ibu, sebuah restoran ingin membuat kejutan istimewa kepada para pelayannya. Pihak managemen melakukan wawancara tertulis kepada pelayan restorannya dengan mengajukan beberapa pertanyaan.

Pertanyaan sederhana seputar berapa hari mereka bekerja setiap minggunya, apakah mereka masih tinggal dengan ibunya. Apa makanan kesukaan ibu, kapan terakhir makan bersamanya. Di awal, cukup mudah bagi para pelayan ini untuk mengisi jawaban per...tanyaan di atas kertas.

Namun, ketika ditanya apa yang ingin kamu lakukan saat ini kepada ibumu? Terlihat sang pelayan mulai berpikir dan tak terasa air matanya menetes. Ada yang menuliskan ingin meminta maaf kepada ibu, ingin membahagiakan ibu, ingin mengajak ibu makan makanan enak, aku ingin memeluknya.



Kemudian pihak managemen memberikan libur khusus sehari kepada pelayan yang diwawancarai. Mereka diberi waktu bersama ibunya, makan bersama dan bercerita. Kemudian apa yang mereka tuliskan di kertas wawancara itu diberikan kepada ibunya masing-masing sesaat setelah mereka selesai menikmati hidangan.

Dan begitu sang ibu membaca ungkapan anaknya, suasana berubah menjadi hening dan haru. Setiap ibu meneteskan airmata, setiap anak tak mampu menyembunyikan perasaannya. Ibu dan anak pun menangis bersama, berpelukan dan saling menguatkan.

Ibu, adalah sosok yang luar biasa di hati setiap anak. Pengorbanannya tidak dapat ditandingkan dengan apapun di dunia ini. Namun, mereka tidak pernah menuntut balas apapun. Mendengar suaramu saja di tengah kesunyian harinya sudah merupakan suatu kebahagian tak ternilai baginya.
Ibu, menunggu telepon darimu. Telepon sekarang selagi dia masih bisa berbicara. Kelak, ketika suara dan nafasnya diambil tidak ada penyesalan bagimu. Ambil handphone anda sekarang, dan bicaralah dengannya. Ia menunggumu.

Salam rindu untuk ibu**
Bagikan agar banyak ibu yang tersenyum hari ini.
Postingan ini pernah saya tulis di status facebook saya juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar